Tarakan adalah kota di propinsi Kalimantan Utara, yang merupakan propinsi termuda di Indonesia. Jika kita ingin berwisata ke Derawan,  dari Jakarta, ada dua rute yang bisa dipilih, melalui Tarakan atau Berau.  Karena hanya dijadikan tempat transit biasanya kita kurang memperhatikan mengenai tempat tersebut. Nah, sekarang mari kita lihat ada apa saja di Tarakan.  Untuk yang baru tiba dari kepulauan Derawan, jangan langsung pulang ke Jakarta, mari kita jelajah kota Tarakan, ada apa saja ya disini :

  1.       Konservasi Hutan Mangrove dan Penangkaran Bekantan

Terletak tidak jauh dari pusat kota Tarakan, tepatnya di Jl Gajahmada, dekat dengan pusat perbelanjaan Gusher. Tiket masuknya juga murah meriah :

Dewasa Rp. 3000,-

Anak-anak Rp. 2000,-

Merupakan obyek wisata yang sangat popular di Tarakan karena kita bisa menikmati rimbunnya pepohonan yang masih asri di kawasan seluas kurang lebih 9 ha. Selan itu kita bisa menikmati hewan-hewan yang dilindungi dari 11 species, terutama Bekantan yang menjadi icon tempat ini karena ada patungnya yang lucu dan menjadi obyek foto para wisatawan.  Tidak usah takut lelah karena beberapa bangku kayu juga disediakan di area hutan untuk para pengunjung beristirahat.

  1.       Pantai Amal

Pantai Amal terletak di kecamatan Tarakan Timur, 11 km dari pusat kota Tarakan dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit.  Pantai yang menjadi favorit penduduk dan wisatawan ini selalu ramai pada hari biasa dan akhir pekan. Air laut dengan ombak yang tidak telalu besar dengan pasir pantai yang kecoklatan dengan deretan pohon kelapa sepanjang pantai membuat kita betah berlama-lama di sini. Jangan lupa mencicipi jajajan tradisional Kapah, yaitu kerang laut yang ditumis serta minum es kelapa muda.

  1.       Penangkaran buaya Juwata

Penangkaran buaya Juwata terletak di desa Karang Harapan, Tarakan Barat. Dengan luas 5 ha, penangkaran buaya Juwata ini sudah berdiri sejak tahun 1991.  Ada 4 jenis buaya di penangkaran ini. 3 berasal dari Kalimantan yaitu Buaya Muara ( crocodylus porosus), Buaya Air Tawar ( crocodylus siamlisus ), Buaya Supit ( tamistoma shceillius ) dan 1 berasal dari Papua yaitu Buaya Papua ( crocodylus novaegueneae ). Penangkaran buaya ini difungsikan untuk mengembangbiakkan buaya dan membesarkannya.  Daging buaya di sini diolah lagi untuk makanan dan kulit dan giginya diolah untuk dijadikan produk-produk seperti tas, dompet, ikat pinggang, sepatu dan souvenir.

  1.       Museum Rumah Bundar

Museum yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan kota Tarakan ini terletak di Jalan Danau Jempang,  Tarakan Tengah, di sebelah gedung DPRD kota Tarakan.  Waktu tempuh menuju museum ini adalah 15 menit dari bandara Juwata Tarakan. Bangunan untuk museum ini awalnya dibangun oleh tentara Australia pada tahun 1945, mempunyai atap yang berbentuk unik sehingga disebut dengan Museum Rumah Bundar. Berisi peninggalan bersejarah dari jaman VOC dan Jepang.

  1.       Pasar Sebengkok

Tidak lengkap rasanya jika kita berkunjung ke suatu kota tanpa membawa sekedar oleh-oleh untuk teman dan saudara. Pasar Sebengkok, yang terletak di Jl. Yos Sudarso, kota Tarakan. Pasar ini menjual beraneka ragam hasil laut khas Tarakan, seperti ikan tipis, amplang bandeng, udang kering dan kepiting soka. Selain itu banyak pula dijual produk asal Malaysia dengan harga yang lebih murah.  Lokasi kota Tarakan yang dekat dengan perbatasan Kota Bandar Tawau, yang merupakan bagian dari kota Sabah, Malaysia Timur menyebabkan mudahnya hubungan perdagangan antara kedua tempat tersebut.  Hal ini yang menyebabkan banyak produk asal Malaysia yang dijual di Tarakan.

Sebenarnya masih ada satu lagi objek wisata yang menjadi andalan kota Tarakan, yaitu Festival Iraw Tengakayu yaitu upacara tradisional dan perayaan yang diadakan oleh masyarakat suku Tidung di Tarakan. Festival ini berupa upacara ritual menghanyutkan sesaji ke laut dan ada berbagai macam perlombaan. Sayang, festival ini hanya diadakan setiap 2 tahun sekali bertepatan dengan hari jadi kota Tarakan.

Tetapi jangan kecewa dulu, menurut info dari website Spektakel di tahun 2017 adalah tahun perayaan Festival Iraw Tengakayu. Jadi untuk yang berminat bisa atur jadwal dari sekarang ya..

Yuk baca juga artikel tentang “Menyusuri Sungai Kahayan, Palangkaraya”