Selain Jembatan Ampera, berwisata ke Palembang belumlah lengkap tanpa berkunjung ke Sentra Kerajinan Songket Palembang Tanggo Buntung, yang telah ada sejak abad XVIII.  Berlokasi di Jl. Ki Rangga Wirasentika dan Jl. Ki Gede Ing Suro, Kel 30 Illir, Kecamatan Illir Barat II, Palembang.  Dapat dengan mudah dicapai dengan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum dengan jurusan Ampera – Tanggo Buntung.

Di Sentra Kerajinan Songket Palembang Tanggo Buntung, terdapat beberapa pengrajin songket yang sudah terkenal seperti Zainal Songket, yang sudah mempunyai cabang di Jakarta, Cek Ipah, Cek Ilah dan lain-lain. Biasanya para perajin kain songket masih mempunyai hubungan keluarga dan teknik menenunnya diwariskan secara turun temurun.

Harga kain songket ini bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung kerumitan motif, bahan yang digunakan, lama proses pembuatan dan nilai seni yang terkandung di dalamnya. Semakin tua umur kain songket maka semakin mahal harganya.

Songket Palembang memang sangat terkenal dengan benang emas yang menjadi bahan utama pembuatannya. Kain menjadi berkilau dengan indahnya dan harganyapun menjadi mahal.  Tidak heran jika pada jaman dahulu songket menjadi kain mewah yang hanya dipakai oleh keluarga kerajaan dan para bangsawan Palembang.  Saat ini ada 71 jenis motif songket Palembang, dimana 22 nya telah dipatenkan. Beberapa motif tersebut adalah :  Songket Lepus , Jando Beraes, Jando Penganten, Bungo Inten, Tretes Midar atau Bidar,  Pulir Biru, Kembang Siku Hijau,  Bungo Cino, Pacik, Cukitan, Nampan Perak dan lain-lain.

Selain songket Palembang, pada toko-toko yang terdapat di Sentra Kerajinan Tanggo Buntung, terdapat jenis kain yang lain yang tidak kalah indanya, yaitu :

  • Kain Tajung, Blongsong dan Blongket atau Blongsong Songket yang merupakan perpaduan dari kain blongsong dan songket. Blongsong adalah kain yang ditenun dengan teknik tenun biasa. Harganya lebih murah dari kain songket.

 

  • Kain Jumputan. Biasanya berbahan dasar sutra dan dijual 1 set  yaitu bagian atas, bawah lengkap dengan selendang. Kerajinan tenun ini dihasilkan dengan cara menjumput atau mengikat kain dengan erat (tie and dye) lalu mencelupkan kain dengan aneka jenis warna lalu direbus, setelah itu kain dilepaskan dari ikatan dan dijemur.

 

  • Kain Peradan atau Prada.  Teknik Prada ini dimulai dengan pemberian lem pada motif khas Palembang, lalu dijemur, setelah kering lalu diberi cat emas khusus dengan menggunakan alat khusus di seluruh motif kain dan setelah kering kain dijemur kembali. Bahan kain Prada ini adalah organdi.

 

  • Batik Palembang.  Batik Palembang mempunyai motif yang berbeda dengan batik Jawa, lebih cerah dan berwana-warni serta menggunakan bahan sutra dan semi sutra. Dalam pembuatannya pun kain dibentang dengan kencang baru dibatik, berbeda dengan batik jawa yang hanya disampirkan saja.

Selain melihat-lihat aneka jenis kain songket Palembang yang ditawarkan, pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan songket. Jangan ragu untuk bertanya kepada penjual dan tentunya jangan ragu juga untuk menawar harga ya.  Selamat berbelanja songket Palembang!

Sumber :

Link 1

Link 2

Link 3