Selain obyek wisata alam, sejarah, museum dan kulinernya yang lezat, di kota Palembang juga terdapat dua buah masjid yang patut dikunjungi. Masjid ini mempunyai keunikan masing-masing yang sayang jika dilewatkan begitu saja jika kita berkunjung kesana.

 

  1.    Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II

 

Merupakan masjid terbesar di kota Palembang dan sering disebut sebagai Masjid Agung Palembang.  Berlokasi di Jl Cik Agus Kiemas No 1 Kelurahan 19 Ilir, Palembang.  Gerbang utama Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II berhadapan langsung dengan Bundaran air mancur yang menjadi titik nol Kilometer kota Palembang.  Masjid kebanggaan warga Palembang ini bisa dilihat dari Jembatan Ampera dan karena posisinya yang strategis di tengah kota dapat dengan mudah ditemukan.

Masjid ini diberi nama Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengenang jasa beliau sewaktu melawan penjajah Inggris dan Belanda dan akhirnya diasingkan ke Ternate, Maluku Utara, hingga wafat dan dimakamkan disana.

Pembangunan masjid ini selesai dan diresmikan pada tanggal 26 Mei 1748 M. Setelah itu masjid mengalami renovasi berkali-kali dan terakhir diberi tambahan  untuk memperluas bangunan masjid  tetapi tetap mempertahankan bagian masjid yang sudah sejak awal berdiri.

Arsitektur Masjid Agung Palembang ini dipengaruhi oleh tiga budaya Indonesia, China dan Eropa.  Ciri budaya Indonesia terdapat dalam bangunan dasar masjid yaitu pada atap limas bersusun tiga yang tidak berbeda jauh dari bentuk mesjid Agung Demak di Jawa. Ciri khas budaya Cina terdapat pada ornamen di ujung atap dan puncak bangunan, ukiran interior masjid dan bentuk bangunan menara yang mirip dengan kelenteng Cina.  Budaya Eropa terdapat pada dinding beton tebal, bukaan jendela yang luas dan pilar pilar besar khas Eropa.

Pada bulan Ramadhan  masjid mempunyai kegiatan yang menarik, selain buka puasa bersama, yaitu mengadakan pembacaan Al-Quran satu juz satu malam yang dikerjakan sesudah shalat tarawih selama sebulan penuh.

  1.    Masjid Cheng Ho

Nama asli masjid ini adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang, berlokasi di kawasan Jakabaring, tepatnya di Kompleks Perumahan Amin Mulya, seberang Jakabaring Sport Centre dan merupakan masjid yang dibangun atas prakarsa Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Palembang. Pemberian nama Cheng Ho pada masjid ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Cheng Ho yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di kalangan Tionghoa Indonesia. Masjid Cheng Ho di Palembang bukan satu-satunya masjid Cheng Ho di Indonesia karena ada 3 masjid Cheng Ho yang lain, yaitu di Surabaya, Pasuruan dan Jember. Laksamana Cheng Ho datang ke Palembang selain mempunyai tujuan menyebarkan agama Islam juga untuk membantu kerajaan Sriwijaya menumpas perampok yang berasal dari Tionghoa Hokkian.

Arsitektur masjid yang khas merupakan perpaduan antara budaya Indonesia, China dan Arab yang tampak pada bangunan masjid.  Masjid Cheng Ho dilengkapi dengan dua menara yang masing-masing diberi nama Habluminallah dan Hambluminannas, dimana menara tersebut didesain seperti klenteng. Di bagian luar masjid terdapat ornamen khas Palembang yaitu tanduk kambing. Warna merah dan ornamen yang terdapat pada pintu gerbang, pilar dan pagar pembatas juga merupakan ciri khas budaya Tionghoa. Masjid yang dapat menampung 600 jamaah ini terdiri dari 2 tingkat, dimana lantai dasar untuk jamaah pria dan lantai 2 untuk jamaah wanita.

Sumber 1

Sumber 2