Tahukah piknikers, Suku Sasak di Lombok pada masa abad XVI adalah penganut Hindu? Hingga saat ini masih ada umat Hindu yang hidup di Lombok.

Bagi Piknikers yang belum tahu, Mulang Pekelem adalah salah satu upacara terbesar umat Hindu yang diadakan di Danau Segara Anak. Momen tradisi itu diadakan lima tahun sekali pada purnama bulan kelima atau sekitar bulan November.

Konon, pelaksanaan Upacara Mulang Pekelem pertama kali dilaksanakan di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani pada abad XVI. Asal muasal dilaksanakannya upacara ini adalah karena pada saat itu Kerajaan Karang Asem dilanda kemarau panjang yang berakibat pada kekeringan dan mewabahnya berbagai macam penyakit. Raja Anglurah Karang Asem pun  melakukan sembahyang dan semedi di Gunung Sari guna mendapatkan petunjuk. Dalam semadinya tersebut beliau mendapat wangsit untuk melaksanakan Mulang Pekelem dan Yadnya Bumi Sudha pada malam purnama bulan kelima di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Setelah dilaksanakannya upacara tersebut, hujan yang dinanti-nantikan sekian lama akhirnya turun membasahi tanah Suku Sasak ( Lombok ).

Sejak itulah, upacara tersebut hingga kini tetap diteruskan para penganut agama Hindu di Lombok. Mereka rela berkorban baik lahir dan batin agar mendapatkan sebuah tempat terdekat di tengah bumi. Sejatinya, semua itu dilakukan agar bisa merasakan getar kesucian Sang Hyang Widi Wassa.

Upacara Pekelem dilaksanakan dengan tujuan memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta. Pekelem sendiri berarti menenggelamkan sesajen (yadnya) di air; baik air laut, danau, atau kepundan gunung. Mereka percaya bahwa danau dan laut merupakan sumber air yang tentu amat penting bagi kehidupan manusia. Kepatuhan dan kesetiaan mutlak atas adanya kehidupan yang lebih agung di luar kehidupan manusia membuat mereka mempertahankan tradisi ini. Hingga kini, Danau Segara Anak yang merupakan kaldera di Rinjani, dianggap memiliki kekuatan makrokosmos.

Mulang Pekelem sudah menjadi agenda pariwisata tersendiri loh, piknikers. Kamu bisa datang untuk mengabadikan upacara ini hanya saja kamu harus menyiapkan ekstra lahir dan batin karena sulitnya medan yang didaki dan banyaknya orang yang akan terlibat di sana bahkan bakal mengalami pengalaman gaib selama persiapan dan saat upacara berlangsung.

Untuk ke sana, Piknikers bisa pergi ke Basecamp pendakian Gunung rinjani yang berada di desa Sembalun perlu waktu sekitar 4-5 jam dari pusat Kota Mataram bisa dengan kendaraan pribadi, sewa, atau naik angkot. Untuk pilihan angkot,dari Kota Mataram pilih angkot jurusan ke Aikmel. Dari Aikmel, langsung ganti angkot yang menuju ke Desa Sembalun. Sebagai catatan,  waktu operasional angkot dari Aikmel ke sembalun hanya sampai  jam 12 siang saja. Oh iya untuk mengikuti upacara tersebut dianjurkan sekali untuk ikuti prosedur yang ditentukan oleh pengelola Taman nasional Rinjani ya, Piknikers.

Baca artikel lain tentang Taliwang Irama, Resto nomor satu menurut TripAdvisor di Mataram

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3