Selagi piknikers berada di pulau Alor, sungguh disayangkan bila tidak menjelajahi tempat-tempat wisata di Alor dan merasakan kebudayaan Alor yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Masyarakat asli Alor berasal sejumlah kelompok etnis sub Flores yang masih melestarikan cara hidup tradisional mereka. Kearifan lokal yang mereka lakukan adalah salah satunya masih menghasilkan pakaian dari kulit kayu yang dikenal sebagai Pakaian Ka.

Budaya unik dari Alorese sebaiknya diamati di antara kelompok masyarakat adat Takpala yang tinggal di Desa Lembur Barat, Utara-Tengah Alor. Takpala masih melestarikan pembangunan perumahan tradisional yang menyerupai piramida, ditutupi dengan daun kelapa, dinding anyaman bambu, dan empat pilar kayu utama. Mengunjungi kampung tradisional Takpala merupakan salah satu rekomendasi wisata di Alor.

Kampung Tradisonal Takpala

Mengunjungi Kampung Tradisional Takpala menjadi nomor satu dalam urutan rekomendasi wisata, piknikers. Selain piknikers diajak untuk menikmati keindahan bawah laut Alor dan atraksi dugong serta ikan manta pari, berwisata mengunjungi kearifan lokal suku setempat bisa menambah wawasan khazanah budaya, piknikers.

Kampung yang berada di Desa Lembur Bara, kecamatan Alor tengah utara ini menyajikan kehidupan masyarakat lokal. Salah satu diantaranya adalah rumah adat suku adui yang berjumlah 12 buah. Hingga sekarang rumah adat itu masih tertata rapai di Takpala. Mengunjungi Takpala, piknikers tidak dipungut biaya.

Museum Seribu Moko

Dikenal sebagai pulau seribu Moko, Alor pun memiliki museum yang menyimpan 1000 moko-moko tersebut. Moko yang merupakan peninggalan zaman pra sejarah zaman perundagian diduga adalah hasil budaya Dong Son yang dibawa dari Vietnam. Pada zaman itu, Moko digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan mas kawin. Walaupun masih tersimpan misterius tentang bagaimana budaya Vietnam tersebut terbawa ke Alor, namun piknikers bisa melihat langsung moko-moko tersebut di Museum Seribu Moko. Museum Seribu Moko berada di Jalan Diponegoro, Kalabahi.

Koleksi lainnya yang bisa anda lihat adalah berbagai senjata tradisional, foto para raja, pakaian adat dan berbagai benda lainnya yang menunjukkan kebudayaan Alor.

Gunung Sirung

Gunung Sirung adalah gunung berapi aktif yang terletak di pulau Pantar. Pulau ini berada di kabupaten Alor dan merupakan satu dari 20 pulau yang termasuk wilayah kabupaten Alor. Buat piknikers yang suka olahraga mendaki gunung, setelah bermain dengan ikan-ikan cantik, bisa berkunjung ke pulau pantar untuk mendaki gunung Sirung ini. Dari puncak gunung Sirung, piknikers  akan disuguhi pemandangan alam yang indah dengan pulau-pulau kecil dari kejauhan. Bahkan piknikers pun bisa melihat keindahan matahari terbit dari tempat ini.

Air Panas Tuti Adagae

Hal yang menarik dari mengunjungi air panas Tuti Adagae adalah perjalanan menuju ke sana. Karena menuju air panas Tuti Adagae ini, piknikers akan dimanjakan oleh pemandangan indah laut Flores dengan bukit-bukitnya yang hijau asri. Lokasi air panas Tuti Adagae berada di desa Tuti Adagae, Alor Timur Laut. Sebenarnya setelah gempa bumi di tahun 2004, pancuran air panas ini telah berkurang beberapa sentimeter sehingga pancurannya tidak terlalu kuat dan banyak lagi namun tetap menjadi rekomendasi wisata saat piknikers mengunjungi Alor. Rasakan kehangatan airnya yang mampu menghilangkan segala kepenatan.

Pantai Maimol

Pantai Maimol terletak di Desa Kabola, sekitar 8 Km dari kota Kalabahi. Mengunjungi pantai Maimol selain melihat keindahan matahari terbenam dan nyiuran angin pantai, piknikers juga bisa melihat aktivitas nelayan lokal karena Maimol merupakan kawasan

kamung nelayan tradisional. Disini anda akan melihat nelayan lokal yang mencari ikan dengan menantang laut.

Menarik bukan, piknikers?

Yuk, segera rencanakan piknik asik piknikers ke Alor.

Happy piknikasik!

Sumber