Tahukah piknikers bahwa Yogyakarta adalah kota yang tidak bisa dipisahkan oleh proklamasi, revolusi dan masa-masa kemerdekaan?

Jadi Yogyakarta menjadi Ibukota sementara Negara Republik Indonesia karena pada saat itu kondisi di Jakarta kurang kondusif dan cenderung tidak aman. Setelah menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Jepang yang sudah menyerah kepada sekutu tidak dapat berbuat apa-apa dan sepertinya merelakan kemerdekaan tersebut karena pada saat itu selain Jepang kalah, Jepang juga telah dibombardir oleh sekutu dengan jatuhnya bom di Hiroshima dan Nagasaki. Namun ternyata masih ada pihak yang belum rela menerima pernyataan Kemerdekaan yang digaungkan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta tersebut. Pemerintah Hindia Belanda masih terus saja berusaha untuk merebut kembali Indonesia sebagai negara jajahannya.

Pemerintah Hindia Belanda melancarkan Agresi Militer I tahun 1947 dan Agresi Militer II tahun 1948 oleh Netherlands Indie Civil Administration (NICA) diboncengi oleh tentara Inggris  yang membuat pemerintah sementara Indonesia berpikir keras untuk mengamankan Ibukota sehingga memindahkan sementara Ibukota ke Yogyakarta. Oleh alsan tersebut, maka Yogyakarta pun menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia selama tahun 1946-1949.

Yogyakarta memang kota penuh kota kenangan ya, piknikers. Dan selalu ada alasan untuk kembali ke sana.

Kota pelajar ini menyimpan kenangan revolusi dan masa-masa proklamasi.

Nah, piknikers, Yogyakarta bisa menjadi rekomendasi wisata sejarah piknikers, mengenang perjuangan masyarakat Indonesia pada masa-masa kemerdekaan.

Sekarang ini sudah banyak sekali moda transportasi baik pesawat, kereta api dan bis dengan rute Yogyakarta.

Selagi mengunjungi Yogyakarta, jangan lupa berkunjung ke Tugu Serangan 1 Maret, Benteng Vredeburg dan wisata alam Gunung Merapi.

Happy Travelling!

Sumber 1

Sumber 2