Pesona Eropa barat tidak pernah lekang oleh waktu. Sejarah, kebudayaan abad pertengahan yang dibalut dengan sentuhan modernisasi,dan pesona alamnya yang selalu mampu mendatangkan turis baik lokal maupun internasional termasuk dari Indonesia. Dengan makin terjangkaunya akomodasi ke negara Eropa barat seperti Belanda, Swiss, Perancis dan Inggris tersebut, semakin banyak pula turis Indonesia yang tertarik berlibur ke sana. Tapi kapan musim terbaik berlibur ke Eropa?

Simak ulasan PiknikAsik yang bisa menjadi rekomendasi piknikers berlibur ke Eropa

  1.       Musim dingin atau musim salju ( winter )

Musim dingin di eropa barat terjadi pada bulan Desember hingga Maret. Bagi turis Indonesia yang hidup dengan iklim tropis, berlibur pada saat musim dingin menjadi salah satu incaran. Menikmati dinginnya musim salju, memegang salju ataupun bermain ski merupakan beberapa aktivitas yang bisa dilakukan. musim dingin bisa menjadi rekomendasi piknikers yang ingin menikmati tiket perjalanan yang terjangkau karena musim dingin bukan merupakan peak season di eropa barat. Suhu selama musim dingin bagi turis Indonesia memang terbilang sangat dingin walaupun tidak sampai suhu minus. Asiknya piknik saat musim dingin ini, piknikers tidak perlu membawa banyak pakaian dan bisa bergaya ala eropa.dan tidak usah takut walaupun musim dingin, namun matahari masih bersinar cerah.

  1.      Musim semi ( spring )

Dibandingkan dengan musim dingin, suhu di musim semi lebih terasa hangat karena musim semi muncul setelah berakhirnya musim dingin. Suhu udaranya berkisar 15 derajat. Di musim semi matahari bersinar lebih lama sehingga kalian pun bisa lebih lama berjalan-jalan dengan suhu yang sejuk ala lembang Bandung. Di eropa, musim semi terjadi berkisar pada bulan Maret hingga Juni. Di Belanda, pada musim semi bunga tulip bermekaran di Keukenhof dan waktu terbaik untk menikmati bermekarannya bunga-bunga tulip tersebut pada bulan April dan Mei. Dan musim semi ini adalah waktu paling favorit turis Indonesia untuk berkunjung ke Belanda.

Asiknya, musim semi juga bukan merupakan peak season sehingga tiket penerbangan ke sana masih lebih terjangkau, piknikers.

  1.      Musim panas ( Summer )

Musim panas merupakan peak season di Eropa barat karena tidak hanya turis mancanegara saja yang banyak berkunjung tetapi juga turis dari negara eropa lainnya yang turut membanjiri kawasan eropa barat. Karena di musim panas, suhunya lumayan hangat, matahari bersinar amat cerah, daun-daun berhijauan sehingga banyak mengundang turis dari belahan lain benua eropa untuk berkunjung. Di musim panas ini, suhu berkisar 20-25 derajat celcius akan tetapi cukup menyengat dan bisa menyebabkan pusing kepala. Nah, karena peak season,

maka penerbangan ke kawasan eropa barat ini paling mahal dibandingkan musim-musim yang lain. Musim panas ini terjadi di bulan Juni hingga September

  1.      Musim gugur ( Fall atau Autumn )

Musim terakhir yang akan dibahas adalah musim gugur atau autumn atau fall season. Sepertinya namanya musim gugur, di musim ini memang daun-daun mulai berguguran untuk menyambut datangnya musim dingin. Musim gugur terjadi berkisar pada bulan September hingga Desember. Asiknya berpiknik di musim gugur adalah piknikers akan disuguhi pemandangan unik daun-daun berguguran dan dinikmati sambil duduk-duduk cantik di taman. Suhu di musim gugur ini berkisar 15 derajat, suhunya hampir mirip dengan musim semi hanya saja pada musim gugur, matahari bersinar lebih pendek.

Bagi piknikers yang menyukai fotografi, mengambil foto pada musim gugur ini pasti bakal menyenangkan karena suasana musim gugur ini memberikan sensasi romantisme dan keunikan sendiri. Tiket penerbangan ke kawasan eropa barat pada musim gugur ini pun masih terbilang terjangkau.

Demikian ulasan tiap musim di kawasan eropa barat. Tiap musim memiliki plus dan minus tersendiri. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu piknikers untuk menentukan pilihan kapan waktu terbaik ke eropa.

Happy travelling!

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3