Siapa yang tidak kenal dengan Hans Christian Andersen, penulis cerita dongeng yang terkenal di dunia itu berasal dari Denmark dan lahir di kota Odense.

Odense adalah kota terbesar di pulau Fyn, pulau kecil diantara pulau Jylland di barat dan pulau Sjaelland di timur. Dengan populasi sekitar 160.000 orang, menempatkan Odense sebagai kota terbesar ketiga di Denmark setelah Kopenhagen dan Arhus. Kata Odense berasal dari kata Odin, dewanya bangsa Viking. Sehingga di kota ini kita bisa melihat Nonnebakken, castle peninggalan Viking. Odense merupakan salah satu kota tertua di Denmark, berumur 1019 tahun, lebih tua dari Kopenhagen yang berumur 964 tahun. Bangunan tua cukup mendominasi kota dengan sebuah teater dan beberapa museum.

Kehidupan yang susah di tengah kemiskinan sejak kecil cukup mewarnai karya-karya Andersen yang kaya akan imajinasi. Di sebagian besar karyanya akan sering dijumpai hadirnya tokoh miskin yang kurang beruntung dalam hidupnya. Hans Andersen lahir dari keluarga miskin. Ayah Hans hanyalah pembuat sepatu yang buta huruf, ibundanya, Anne Marie Andersdatter, bekerja sebagai buruh cuci. Namun hal tersebut tidak membuat HC Andersen merasa rendah diri. Latar belakangnya yang hidup dalam keterbatasan, justru menjadi ruh dari dongeng-dongengnya, yang kni telah diterjemahkan ke dalam 150 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Di masa hidupnya Andersen telah menulis sekitar 6 novel, 40 naskah drama, 3 autobiografi, dan sekitar 1000 puisi disamping karya dongengnya. Dongeng populer karya Andersen antara lain: The Little Mermaid, The Emperor’s New Clothes, Little Ugly Duckling, The Tinderbox, Little Claus and Big Claus, Princess and the Pea, The Snow Queen, The Nightingale, The Steadfast Tim Soldier, dan The Little Match Girl.

Rumah dan Museum HC Andersen terletak di Hans Jensens Straede dan Bangs Boder 29, 5000 Odense C. Pada tahun 1930 pemerintah dan masyarakat Denmark menyulap kompleks perumahan kumuh itu menjadi museum HC Andersen Hus dan tetap memelihara rumah sang pengarang yang mungil dalam bentuk semula. Di museum ini kita bisa melihat koleksi lengkap karya Andersen. Mulai dari puluhan novel, puluhan naskah drama, ratusan puisi, gambar-gambar tangan, kehidupannya di beberapa apartemen di Kopenhagen, maupun koleksi foto.

Dalam otobiografinya, “The True Story of My Life” yang terbit tahun 1846, H.C. Andersen menulis, “Ayah memuaskan semua dahagaku. Ia seolah hidup hanya untukku. Setiap Minggu ia membuatkan gambar-gambar dan membacakan certa-cerita dongeng”

Sumber 1

Sumber 2