Ora Beach Eco Resort adalah resort pengelola pantai Ora yang terletak di utara Pulau Seram, Maluku Tengah, tepatnya di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara. Ora Becah Eco Resort hingga sekarang ini menjadi satu-satunya resort yang mengelola pantai Ora tersebut.

Bagi piknikers yang belum mengetahui Pantai Ora dan berkeinginan untuk mengeksplorasi pantai-pantai indah di Indonesia Timur, maka pantai Ora bisa menjadi salah satu pilihan piknikers.

Pantai yang memiliki derajat keindahan yang sama dengan pantai di Maladewa atau lebih dikenal dengan Maldives ini, dijamin bakal membuat piknikers khususnya penikmat keindahan pantai untuk betah berjam-jam berada di pantai. Karena pantai Ora yang yang hanya berjarak kira-kira sejengkal dari kamar penginapan tersebut begitu jernih sehingga piknikers bisa langsung memandang ke dalam laut tanpa harus menyelam. Lebih asiknya lagi adalah Ora Beach Eco Resort in menawarkan privasi kepada setiap pengunjungnya untuk menikmati keindahan alam bawah laut dan alam sekitar pulau Seram ini dengan hanya menyediakan tujuh buah kamar laut, sebuah rumah laut yang seluruhnya berada di atas air, empat kamar pantai, kamar, dan sebuah restoran. Jadi cocok sekali Ora Beach Eco Resort untuk piknikers yang ingin sejenak menghilangkan penat dan jauh dari keramaian.

Tidak hanya menikmati keindahan pantai Ora, piknikers bisa mengunjungi Taman Nasional Manusela yang terletak di belakang Ora Beach Eco Resort. Memang Ora Beach Eco Resort ini kelilingi oleh pegunungan. Di Taman Nasional Manusela, piknikers bisa melihat sekitar 117 spesies burung di mana 14 spesies diantaranya merupakan spesies endemik seperti Nuri Bayan, Kasturi Tengkuk Ungu, Raja Udang dan Kakatua Maluku.

 

Selain mengunjungi Taman Nasional Manusela, piknikers bisa juga mengunjungi pulau-pulau lain sekitar pantai Ora seperti pulau Sawai, pulau Raja, pulau Kelelawar, pulau Tujuh, pulau Tengah dan pulau Sapalewa bahkan bisa juga mengunjungi Air Belanda yaitu suatu sungai kecil yang mengalir dari gunung dan bermuara di teluk Saleman. Dinamakan Air Belanda karena pada waktu itu Belanda lah yang menemukan sumber mata air tersebut.

Jika tertarik untuk melihat proses pembuatan sagu secara langsung, piknikers juga bisa pergi mengunjungi Sungai Salawar.

Dari berbagai sumber

Photo By Steve L. Martin

Sumber 1