Halo Piknikers, kali ini kita kedatangan tamu, Deedee Caniago. Senior Corporate Communications di sebuah perusahaan minyak ini adalah penulis buku-buku perjalanan dan pencetus gaya perjalanan yang bertema Flashpacking. Hmm, apa ya Flashpacking itu?

Flashpacking adalah sebutan untuk gaya jalan-jalannya, sedangkan Flashpacker adalah orang yang melakukan perjalanan tersebut.  Flashpacker lebih tepat disebut kaum penggila jalan-jalan yang memposisikan diri di tengah-tengah antara Backpacker dan Turis Fancy. Kaum Flashpacker lebih moderat dan fleksibel dari Backpacker dalam hal pengontrolan anggaran karena lebih berorientasi kepada tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak dicari, sehingga anggaran bukanlah menjadi sesuatu yang terpenting dalam suatu perjalanan. Akan tetapi, Flashpacker tetap berbagi prinsip dan semangat yang sama dengan Backpacker yaitu mengeksplorasi dan mendalami suatu destinasi dengan sebaik-baiknya tanpa harus terlena dalam kenyamanan ekstra ala turis fancy tetapi terjebak dalam kekakuan jadwal yang serba mengikat.

Satu karakteristik utama paling menonjol yang membuat kaum Flashpacker menyandang kata “Flash” (baca : gaya) adalah karena prinsip untuk selalu memilih apa yang mereka inginkan ketika berpergian, tanpa perlu harus terjebak ke dalam aturan, gengsi, status, paham, penampilan atau identitas kelompok, sehingga anggaran seringkali bukan suatu hal yang terlalu diambil pusing. Berpergian dengan full service airlines, LCC (Low Cost Carrier), ferry, cruise ship, kapal laut, kereta api, bus, mobil, sepeda motor bahkan sepeda atau jalan kaki, semuanya bisa dipertimbangkan kalau diperlukan apabila memang sesuai dengan tujuan berpergian, pengalaman yang hendak didapatkan, ataupun cuma hanya diinginkan secara spontan. Pakai baju yang fancy atau malah yang cuek sekalipun tidak menjadi masalah. Tinggal di hotel berbintang, hostel, losmen atau malah camping, semuanya sah-sah saja kalau memang itu yang diinginkan atau memberikan pengalaman yang hendak dicari. Singkatnya, flashpacker itu berpergian ala gue, atau, traveling yang gue banget ! Seorang Flashpacker bisa merasa nyaman saja untuk tinggal di hostel seharga USD 10.- per malam yang dekat dengan Taj Mahal supaya subuh paginya bisa mengambil foto Taj Mahal dengan latar matahari terbit, kemudian siang harinya terbang dengan Singapore Airlines dari New Delhi menuju Bangkok dan menginap di Hotel Sheraton Bangkok untuk mendapatkan kenyamanan beristirahat yang lebih setelah stamina fisiknya terkuras habis akibat melewati medan perjalanan yang berat di India selama berhari-hari. Begitu sudah cukup beristirahat, ia bisa melanjutkan perjalanan ke Chiangmai lewat jalan darat dengan bus non AC hanya untuk dapat menyaksikan secara dekat kehidupan wilayah pedesaan di Thailand. See? Semuanya adalah mengenai pilihan.

Menurut definisi umum yang beredar, profil kaum Flashpacker dideskripsikan sebagai kaum pelancong independen yang memiliki pekerjaan tetap dengan tingkat penghasilan menengah keatas, sehingga mereka memiliki waktu libur yang singkat tetapi sebaliknya memiliki anggaran yang lebih longgar. Karena memiliki pekerjaan tetap yang sibuk, maka kebutuhan untuk berkomunikasi selama perjalanan menjadi teramat penting yang mana menjelaskan kebutuhan untuk selalu membawa tech gear berjubel ke mana pun mereka pergi. Bagi rata-rata Flashpacker, tujuan atau pengalaman yang didapat dari suatu perjalanan adalah segala-galanya, sekalipun itu berarti harus memilih pesawat terbang yang mahal untuk mempersingkat waktu, atau mungkin harus tinggal di hotel berbintang supaya kualitas istirahat lebih baik. Sekali lagi, selama semua pilihan tersebut sejalan dengan tujuan perjalanan. Bagi kaum Flashpacker, you are how you travel, jalan-jalan bukan hanya sekedar jalan-jalan, tetapi juga merupakan wujud ekspresi diri, seperti halnya penampilan, gaya berbusana, buku yang dibaca atau gadget yang dipakai.

Hingga saat ini, Deedee Caniago sudah menerbitkan 4 buku perjalanan dengan judul : Flashpacking to Australia, Flashpacking Keliling Indonesia, Flashpacking to London dan Flashpacking to New Zealand. Perjalanannya selama ini selalu seru untuk diikuti melalui buku-bukunya. Dengan motto khas Deedee,”Kalau bisa murah ngapain mahal – kalau bisa gratis ngapain bayar”, kita semua diajak ikut serta menjadi bagian dalam perjalanannya itu.  Gaya Bahasa dan cara penulisan nya yang jelas, mudah dicerna dan lucu, membuat kita tidak sabar untuk segera traveling ke tempat tersebut.

Berikut petikan wawancara Piknikasik dengan Deedee Caniago :

  • Apa saja website traveling favorit dalam dan luar negeri favorit mbak Deedee dan alasannya?

Dalam negeri sudah pasti tiket.com (dan ini bukan iklan atau endorsement, hahaha). Karena dari tiket dot.com saya jadi tau dan bisa membandingkan harga tiket dari satu masakapai ke maskapai lain di dalam negeri berikut harga promo yang ditawarkan dengan feature yang kita mau (bisa di sortir dari harga, jam penerbangan, nama maskapai, waktu keberangkatan/kepulangan dan lain-lain).

Luar negeri yang paling saya suka itu TripAdvisor dan Airbnb. Trip advisor karena saya bisa melihat dan membaca rekomendasikan dan review orang-orang dari seluruh dunia untuk  apapun (jasa/pelayanan, hotel, transport, restaurant, toko etc). Sedangkan Airbnb itu favorite saya karena kita bisa browsing penginapan-penginapan unik di seluruh dunia, misalnya jenis penginapan yang di rombak dan di modifikasi dari mobil, kereta api, atau rumah pohon dan lain-lain.

  • Dimana saja tempat traveling favorit di dalam dan luar negeri beserta alasannya?

Dalam negeri : Raja Ampat, Sulawesi, Ambon. Hanya tiga pulau itu yang bisa membuat saya bisa lebih dari 5 kali kembali ke pulau yang sama tapi ke pantai atau destinasi yang berbeda selama bertahun-tahun saking indah alam dan pantainya.

Luar negeri : Russia dan New Zealand. Russia karena negara tersebut merupakan negara non English speaking country, exotic, misterius, dan saya punya pengalaman menegangkan juga menakutkan ketika liburan disana. New Zealand juga menjadi andalan saya karena negara tersebut luar biasa cantik dan romantisnya – ditambah lagi disana saya melakukan kegiatan outdoor yang memacu adrenalin (Bungy Jumping, Sky Diving dan lain-lain)

  • Kemana tujuan traveling berikutnya dan sejauh mana persiapannya?

Yang paling dekat akan mengunjungi Amerika di bulan November besok. Persiapan terakhir, baru mendapatkan approval perpanjangan Visa dan sedang dalam persiapan hunting tiket pesawat murah beserta lokasi-lokasi wisata disana.

  • Tips traveling untuk pembaca PiknikAsik

Kalau ingin bepergian, selalu lakukan :

  1. Check List Keberangkatan (tiket, penginapan, transportasi dll dsb)
  2. Check List Dokumen Penting (KTP, Passport, Visa, bookingan hotel, dll dsb)
  3. Check List Perlengkapan (pakaian, barang, makanan, eletronik, dll dsb

 

  • Bisa ceritakan sedikitmengenai buku selanjutnya.

Buku selanjutnya yang masih ditulis (dan enggak selesai-selesai, hahaha) adalah Flashpacking To Russia yang merupakan catatan perjalanan selama di Russia termasuk drama-drama juga berbagai kendala dan masalah yang timbul saat liburan termasuk dicopet dan kehilangan dompet, passport, uang dan semua kartu sekaligus identitas pribadi di negara yang sebagian besar penduduknya tidak berbahasa Inggris tersebut. Ditunggu bukunya yaaaaa.

Gimana Piknikers? Sudah siap untuk ber Flashpacking ria gaya koper, otak ransel? Yuk.. persiapkan liburanmu!

Jika ingin membaca  tulisan-tulisan atau postingan-postingan jalan jalan Deedee  bisa Follow Facebook akunnya : Deedee Caniago atau Instagram @deedeecaniago