Piknikers yang hobi travelling pasti pernah mengalami dilemma pemilihan gaya ini. Pilih ransel atau koper? Pilih gaya ransel artinya piknikers suka yang ringkas dan praktis sedangkan piknikers yang memilih gaya koper cenderung detail dan bergaya sekaligus tidak mau repot. Eits, tidak usah jangan mencela masing-masing gaya travelling seseorang karena masing-masing gaya memiliki plus dan minusnya tersendiri. Ada yang masih bingung pilih ransel atau koper? Dibaca penuh ya artikel ini, piknikers.

Ransel

Seperti namanya ransel yang ringkas dan dibawa di punggu, gaya ransel memang dianut bagi orang-orang yang memuja kepraktisan dan keringkasan dalam bergerak. Karena faktor praktis dan tidak repot inilah gaya ransel banyak disukai oleh para traveller Indonesia maupun internasional terlebih para backpackers. Para backpackers yang memilih gaya traveling ransel berfokus pada ide untuk menekan budget seminim mungkin, dengan tujuan memperlama waktu liburan di destinasi tujuan. Tidak sedikit traveler yang memilih gaya ransel demi biaya yang lebih hemat dan destinasi wisata. Bepergian dengan ransel juga lebih memudahkan perjalanan kamu. Misalnya piknikers bepergian dengan naik bus, kereta, atau bolak balik lift hotel, tentu lebih nyaman pakai ransel. Cukup menggendong ransel dan kamu bisa menaklukkan medan apapun.

Traveling gaya ransel juga mempengaruhi piknikers untuk menghemat budget dan menginap di hostel atau penginapan murah lainnya. Dan dengan menghemat pengeluaran untuk hostel yang lebih murah daripada hotel, piknikers bisa memperpanjang lama bepergian atau bisa dialokasikan untuk membeli oleh-oleh atau yang lainnya tanpa harus melebihi budget, itulah keuntungan yang lain dari gaya ransel.
Ada keuntungan, pasti ada kerugian, memilih gaya ransel, kamu harus menukar kenyamanan demi menghemat pengeluaran. Bagi traveler gaya ransel, menginap di hostel dan memasak makanan sendiri adalah hal biasa sehingga traveler gaya ransel seringkali mendapat cerita yang lebih berkesan dalam perjalanannya.

Apabila piknikers termasuk orang yang irit dan berjiwa petualangan, gaya ransel tentunya sangat pas untuk kamu pilih.

Koper

Gaya koper biasanya dianut oleh para traveler yang tidak suka repot dengan memanggul tas, cukup mendorong koper. Memang traveler gaya koper cenderung lebih mengutamakan kenyamanan selama traveling. Karena menganut dan menginginkan kenyamanan, tak ayal para traveler harus rela merogoh kocek lebih dalam karena biasanya pecinta gaya koper ini memilih tinggal di hotel.
Namun walau mengeluarkan biaya yang sudah tentu lebih banyak dari traveler gaya ransel, biasanya traveler gaya koper hanya traveling untuk liburan dalam waktu yang tidak terlalu lama misalnya untuk urusan kantor, berbulan madu, berlibur bersama keluarga atau ikut dalam tur perjalanan. Karena membawa koper ke sana ke mari, akomodasi ala koper biasanya yang aksesnya dekat dengan bandara, stasiun atau akses transportasi lainnya dan cenderung untuk menginap di hotel karena biasanya hotel menyediakan pelayanan antar jemput sehingga liburan lebih nyaman.

Intinya, prinsip gaya koper adalah liburan itu untuk memanjakan diri, bukan untuk menambah penderitaan.

Jadi bagaimana, piknikers?

Masih bingung untuk memilih aliran gaya traveling mana?

Apapun gaya traveling yang kamu pilih, pastikan itu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan yang ada. Tidak perlu terlalu ngirit atau terlalu royal, yang penting kamu menikmati proses dan perjalanan selama traveling.

Selamat memilih gaya traveling!

 

https://travel.detik.com/travel-news/d-3008760/liburan-gaya-koper-vs-ransel-pilih-yang-mana
https://travel.detik.com/travel-news/d-2797746/mau-traveling-gaya-koper-atau-ransel-ini-pertimbangannya