1. Upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung.

Upacara yang dilakukan oleh keraton Surakarta ini menjadi ritual budaya tahunan yang dijadikan agenda pariwisata Kota Surakarta di bulan Januari. Upacara ritual yang rutin dilaksanakan pada hari ke-40 bulan Sura, Kalender Jawa, di tengah Alas Krendhowahono. Tempat ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Batari Kalayuwati yang menjadi pelindung gaib Keraton Surakarta di sisi utara. Tradisi ini bertujuan untuk menyelaraskan alam dan nasib manusia. Kono, tradisi upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung telah dimulai dilaksanakan sejak masa wangsa Syailendra dan Sanjaya. Puncak ritual upacara ini adalah penguburan kepala kerbau di Sitinggil sebagai simbol pemendaman kebodohan.

2. Festival Bau Nyale Mandalika.

Festival ini merupakan acara tahunan di Lombok yang biasa dilakukan pada bulan Februari ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Mandalika. Festival Bau Nyale Mandalika ini terdiri dari ritual menangkap cacing, namun sebenarnya ada berbagai acara tradisi budaya seperti pementasan drama kolosal Putri Mandalika, ritual penyambutan Putri Mandalika, kontes pemilihan Putri mandalika, Gandeg Baleg dan sebagainya.

3. Upacara pengerupukan.

Di bulan Maret ada tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Hindu bali sebelum melaksanakan Nyepi yaitu upacara Pengerupukan. Upacara yang dilakukan satu ahri sebelum Nyepi ni merupakan upacara untuk mengusir Buta Kala atau kejahatan yang dilakukan sore hari ( Sandhyakala ) setelah dilakukan upacara Mecaru di tingkat rumah yang dimulai dengan nasir tawur, lalu mengobor-obori rumah, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu serta memukul benda-benda apa saja hingga bersuara gaduh. Upacara dilanjutkan dengan kemeriahan pawai ogoh-ogoh, perwujudan Buta Kala yang diarak keliling.

4. Festival Ceng Beng.

Di bulan April, ada festival yang mungkin bisa kamu ikuti di Bangka Belitung, namanya Festival Ceng Beng. Festival ini dikenal juga dengan festival Qing Ming adalah kegiatan yang dilakukan secara rutin tahunan oleh kaum tionghoa Bangka Belitung. Layaknya sebuah ziarah makam , para pengunjung makam pada festival Ceng Beng ini akan melakukan penghormatan dengan cara membersihkan makam dan menyimpan beberapa sesaji.

5. Seba baduy.

Di Bulan Mei, ada festival suku Baduy Banten yang bisa kalian kunjungi. Mendekati seba, suku Baduy mulai bersiap. Hasil kebun dan sawah dipetik, mulai dari pisang, gula aren, hingga talas. Mereka akan berjalan kaki menempuh jarak 115 kilometer menuju pendopo Gubernur Banten Lama. Hasil bumi tersebut akan diserahkan kepada pemerintah Banten sebagai tanda syukur atas hasil panen yang melimpah. Ritual tahunan ini adalah yang objek wisata yang paling ditunggu-tungu oleh masyarakat Banten.

6. Festival Danau Sentani.

Di bulan Juni ada beberapa festival yang bisa kalian ikuti di berbagai wilayah di Indonesia. Namun PiknikAsik memilih satu festival tahunan yang rutin dilakukan di Danau Sentani yang melibatkan 16 suku lokal. Danau sentani adalah danau terbesar dan terindah di Papua. Festival ini merupakan sebuah tradisi yang dilaukan sejak tahun 2007 dan diadakan selama lima hari di kawasan Khalkhote, Sentani Timur. Pada festival ini, kalian juga juga bisa melihat berbagai produk kerajinan kulit kayu, batik papua dan produk olahan khas masyarakat Papua.

7. Yadnya Kasada.

Yadnya Kasada atau Kesodo adalah ritual tahunan yang dilakukan umat Hindu suku asli Tengger di Bromo. Setiap tahun pada hari ke-14 bulan Kasada, umat Hindu Tengger akan melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo. Sesaji tersebut mulai sayur-mayur, buah-buahan, hewan ternak hingga uang untuk dijadikan persembahan kepada Sang Hyang Widhi. Ritual ini sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih atas kesejahteraan yang dianggap telah diberikan Gunung Bromo sepanjang tahun kepada masyarakat sekitar.

8. Festival Internasional Toraja.

Festival yang juga dikenal dengan Toraja International Festival ini adalah perayaan akar budaya megalitikum kuno masyarakat Toraja. Festival ini memang dikhususkan untuk mengangkat seni dan budaya Toraja yang diakui kualitas dan keindahannya di dunia. dalam festival ini juga turut berpartisipasi heatan opera, pameran kerajinan tangan, konser musik tradisional dan paduan suara. Buat kamu yang belum pernah berkunjung ke daerah Indonesia bagian tengah, budaya Toraja bisa menjadi referensi kunjungan kamu di tahun 2018,piknikers.

9.Festival Tabot.

Festival ini menjadi agenda tahunan dinas pariwisata Bengkulu di bulan September. Festival tabot ini diselenggarakan untuk mengenang wafatnya Imam Husein. Pertama kali dibawa oleh seorang Syeikh asal Madras-Benggali, ritual yang telah turun temurun tersebut akhirnya diabadikan menjadi upacara tradisional suku Melayu Bengkulu. Festival Tabot ini juga dimeriahkan dengan Barong Landong dan berbagai aktivita budaya lainnya. Belum pernah ke Bengkulu? Festival Tabot ini bisa menambah wawasan budaya Indonesia kamu loh, piknikers. Mari kunjungi Bengkulu.

10. Lomba Perahu Naga.

Lomba perahu naga ini diangkat dari sebuh tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang berlangsung sejak tahun 1950an di Tanjung Pinang. Namun sejak tahun 1992, ritual tersebut dijadikan perlombaan berskala internasonal menjadi agenda rutin pariwisata di Kota Tanjungpinang untuk menarik wisatawan domestik dan asing ke provinsi Kepulauan Riau tersebut. Sudah pernah ke Kepulauan Riau? Ini saatnya berkunjung ke sana. Festival ini biasanya diadakan pada bulan Oktober.

11. Sail Sabang.

Ingat lagu dari Sabang sampai Merauke? Sabang yang terletak di ujung pulau Sumatera ini ternyata memiliki festival budaya yang tidak kalah keren. Festival ini cocok banget buat piknikers yang menyukai wisata bahari. Sail Sabang adalah atraksi wisata untuk mempromosikan pulau terluar sebagai destinasi wisata bahari dengan mengikutsertakan beberapa kapal yacht dari lluar negeri yang akan singgah di sana. Sail sabang ini juga dimeriahkan dengan festival diving, pagelaran seni dan budaya, festival layang-layang, pameran foto dan sebagainya.

12. Festival kora-kora.

Festival di bulan Desember yang direkomendasikan oleh PiknikAsik adalah festival yang diadakan di Ternate. Festival ini menampilkan beraneka ragam kebudayaan Maluku Utara mulai dari seni tari, musik hingga kuliner. Pada festival ini, piknikers disuguhkan dengan atraksi budaya, aktivitas bahari, lomba perahu tradisional Kora-Kora, lomba memancing, lomba foto bawah laut dan lomba pawai perahu hias.

Itulah 12 festival budaya yang dilaksanakan pada setiap bulan di tahun 2018 ini yang bisa menjadi referensi liburan kamu sekaligus makin mengenal kekayaan budaya negeri Indonesia yang tercinta. Sebenarnya masih banyak festival lain yang masih bisa kamu kunjungi di tahun 2018.

Jangan lupa catat hari libur yang sudah PiknikAsik bahas di artikel sebelumnya.

Selamat berlibur!

 

Sumber : Buku a�?Seni dan Budaya Indonesia 2017a�? Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.