Layaknya minat liburan masyarakat global yang semakin tinggi, minat liburan masyarakat Indonesia ikut berpengaruh. Minat liburan yang ditunjukkan memang didominasi oleh kaum Millenial Indonesia yang semakin ranjing bepergian demi sebuah pelepasan kepenatan dan eksistensi di media sosial. Tak ayal, generasi muda millenial Indonesia pun sering tidak berpikir lama untuk memesan akomodasi liburan. Jelas, kaum millenial yang memiliki rentang usia kelahiran 1980-1994 ini adalah kaum produktif Indonesia yang mengalami stres akibat kepenatan akbat rutinitas kantor,sekolah dan sebagainya. Menurut riset yang dilakukan oleh Agoda.com dalam riset Travel & Tech Agoda beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia merupakan orang-orang yang tidak terduga dengan rata-rata waktu reservasi akomodasi lebih awal sebelum berlibur (lead times) berada di peringkat kedua dari 20 negara yakni 18 hari sebelum liburan. Karena Rekreasi dan liburan tidak lagi dianggap sebagai barang mewah, bahkan banyak orang yang menganggapnya sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini dianggap penting untuk sekadar meringankan pikiran dari ritme sehari-hari. Selain dipandang sebagai kebutuhan, liburan juga mulai menjadi kampanye sosial yang berbasis pengembangan kearifan lokal.

Tidak hanya adanya perubahan mindset di kalangan milenial, perubahan pemilihan akomodasi pun ikut berubah. Di tahun 2018, masyarakat makin menikmati akomodasi non hotel. Menurut Chief Communication and Co-FounderTiket.com, Gaery Undarsa mengatakan tren akomodasi non-hotel bakalA�boomingA�di kalangan turis Indonesia millenial pada tahun 2018. Hal itu lantaran pilihanA�akomodasi non hotelA�dinilai lebih kompetitif secara harga. Menurutnya, akomodasi non hotel bakal diminati lantaran turis Indonesia millenial sering pergi dalam grup. Gaery mengatakan turis millenial biasa mencari penginapan dengan harga yang murah. Pemilihan akomodasi non hotel tersebut juga didukung dengan karakteristik turis Indonesia millenial yang gemar menjelajah dan mencoba hal-hal baru. Mereka, para turis millenial bakal pergi ke tempat-tempat baru yang belum terjamah. Dengan diikuti oleh banyaknya promosi dan kemajuan teknologi, destinasi-destinasi lebih mudah didapatkan oleh generasi muda Indonesia yang ingin bepergian. Terlebih , Wonderful Indonesia besutan Kementerian Pariwisata pun semakin berbenah dengan menawarkan promosi destinasi-destinasi terbaik di Indonesia.

Yuk, mari piknik! Jangan lupa untuk mebaca artikel 12 festival budaya yang dilaksanakan tiap bulan di tahun 2018 dan jangan lupa catat tanggal liburnya.

Selamat berlibur!

 

SUMBER 1

SUMBER 2

SUMBER 3